Hey Des!!

Powered by Blogger.

Jika hawa tercipta di dunia untuk menemani sang adam, bagaimana dengan rindu? Bukan, bukan kamu yang bernama Rindu yang ku maksudkan. Ini perihal rasa yang kita tau sebagai rindu.

Seringnya, ia muncul selepas temu. Merupakan campuran antara kenangan dan gelisah dengan banyak cinta. Entahlah mengenai takarannya yang sudah pasti berbeda.

Ia bisa datang kapan, di mana dan kepada siapa saja semaunya. Dapat ditemukan sedang bersembunyi dibalik bantal basah bekas air mata yang tidak pernah bersuara. Kadang menyelinap ke dalam lelap dan ikut bermain di mimpi kita. Kadang juga ikut jatuh bersama rintik hujan yang tidak melulu di Bulan Juni.

Tapi tahukah bahwa ada yang lebih lantang dari teriakan 'aku kangen' di setiap gumammu? Ya. Doa selepas sujud yang lirih terdengar di setiap harinya ialah sekeras-kerasnya suara rindu.

Kepada kamu dan siapapun yang sedang meniti rindu; selamat bersenang dengan waktu.

Jakarta, Februari lembar kedua' 2016

Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar

Teruntuk Bekasam-Man, @a_febriyansyah

Hai.
Feeling awkward kah saat menerima surat dariku? Aku pun. Haha. Setelah berjam-jam diri ini terpaku menatap layar kosong, tiba-tiba pikiran ini bermuara pada sosokmu. Seorang calon engineer yang ku kenal sejak awal semester di perkuliahan.

Karena sudah terlanjur muncul di kepala dan kupikir kau juga tidak pernah menerima surat kecuali surat organisasi, akhirnya ku putuskan untuk menyuratimu; seorang sahabat yang ku tahu memiliki kesukaan yang sama. Meski sebenarnya aku bisa langsung menghubungimu lewat mention di twitter atau chat di salah satu aplikasi messenger untuk sekadar bertanya kabar (skripsimu), aku lebih memilih ber-basa-basi lewat momen tulis menulis surat ini. Selain karena tidak ada batas karakter, ya karena aku sweet.

Jadi, bagaimana kabar? Masih punya impian pindah KTP jadi warganya Kang Emil buat ketemu mojang Bandungnya? Atau udah berubah haluan cari dedek-dedek di kampus aja? Terus-terus, skripsi gimana? Masih suka ditinggal pas lagi sayang-sayangnya, ndak, (skripsinya)? Aku nungguin kabar baiknya segera loh, btw.

Hm, bentar deh, ini aku mau ngomongin apa si? Kok ke mana-mana. Padahal jodoh aja gak ke mana. *kemudian hening*. Ngomong-ngomong soal 'ke mana', perjalanan ke mana kita masih belum ada yang terlaksana yaa. Tapi tak apalah,  simpan saja dulu cerita perjalanan masing-masing kita untuk traktiran bicara saat bertatap muka. Meski nyatanya aku tidak tahu kapan kesempatan itu ada.

Di luar hujan sedang deras-derasnya, suaraku samar tidak lagi terdengar jelas. Begitupun dengan susunan kata yang aku tuliskan. Apasih. Maaf aku deg-degan nulisnya. Initinya sih; aku bingung mau nulis apa lagi, jadi ku sudahi sampai sini saja suratnya. Yaaaa walaupun bukan sebuah penutup surat yang bagus, bahkan isinya pun ga bagus. Tapi ini bukan sekedar tulisan basa-basi kok. Cause you know, if sagitarius tanya kabar, she's really want to know you'r in good. Kok jadi ke zodiak. Hem, oke. Ini udah semakin ngaco.

See you when I see you, Peb! Semoga disegerakan segala cita dan cintanya.

Jakarta, Februari 2016

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar

Kepadamu, penerima suratku yang pertama.

Adalah kau yang baru pertama mendapat kiriman surat cinta, kau yang pertama kupikirkan di saat bangun dan lelapku, dan kau yang pertama kuharapkan ada untuk menghabiskan sisa hidup bersama; tuan yang kini jauh di mata namun dekat di hati.

Selamat siang, tuan. Sebelum surat ini berkisah lebih jauh, ku beritahu satu hal padamu; kelak, kau akan terus mendapat kiriman surat cinta dariku setelah hari ini. Hhe, aku yakin bahwa kau tidak akan keberatan dijadikan tokoh utama di surat-suratku nanti.

Sadarkah tuan jika hari ini tepat pekan ke tiga sejak terakhir kali jemari kita saling berpagutan? Rinduku entah sudah berapa banyak, pun kamu. Siang terakhir itu, masing-masing kita sibuk bersembunyi dibalik tawa: meski aku tak lebih pandai darimu dalam hal menyembunyikan duka. Kau berusaha melontar canda saat melihatku yang lebih banyak diam ketimbang biasa. Tahukah Tuan? Tenggorokanku sesak menahan isak yang akan meledak jika terus bicara sambil menatap teduh matamu.

Ah maaf, tak pantas rasanya bersedih di surat cinta pertamamu.

Ingatkah tuan perihal pertemuan pertama kita (lagi) setelah beberapa hari kenal sebagai team di salah satu perjalanan? Saat itu di rumah keduaku (re:sekret), kau bersama dua orang lainnya datang untuk berbagi dokumen perjalanan, dan kita kembali bertemu karena secara tidak sengaja akupun sedang berada di sana. Sejak saat itu, (hingga sekarang), aku terus menantikan pertemuan kedua, ketiga dan ke-banyak kalinya denganmu.

Tuan tidak bisa menjanjikan kapan hari pertemuan itu tiba. Pun aku. Satu hal yang aku tahu, hari itu akan tiba. Ya, hari yang lebih indah dari biasanya, lebih bermakna dan lebih berwarna tentunya.

Salam

Dari aku yang ingin rindu itu terus menggebu meski tahun telah berlalu.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sudah seminggu sejak terakhir kita bertemu
berbincang, pada satu pertemuan yang sudah pernah ada kita sebelumnya
akui saja, kamu sadar pada setiap tatap yang bertautan ketika kita saling mencari di kerumunan
pada setiap kesengajaan duduk berdampingan di banyak orang yang bisa saja bersebelahan

Kemudian aku berkaca pada kita di setahun belakang
terlalu naif bagiku untuk mendeskripsikan tentang sebuah perasaan
Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk mengatur jarak, sedang aku sibuk mengacak dekat

Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk mengacuhkan tatap, sedang aku sibuk menepikan rekat
kita sibuk membunuh ingatan, sehingga kita tidak sibuk saling merindukan

Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk bertualang di banyak perempuan, sedang aku sibuk berjalan mencari tenang
kita sibuk saling menghalau, sehingga kita mulai menghilang

Barangkali saat ini kita terlalu sibuk
sibuk yang mungkin sengaja kita buat-buat
kamu sibuk dengan ketidaktahuanmu, sedang aku sibuk berdoa dalam diamku

Kepada kamu yang barangkali sedang sibuk menganalisa 'kamu' di setiap baris tulisanku
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Delapan belas tahun yang lalu aku adalah seorang tunggal, seorang putri satu-satunya sebelum akhirnya kamu dilahirkan. Jujur saja, aku lupa bagaimana rasanya. Mungkin ketika itu aku senang karena mendapat seorang teman atau aku merasa sedih karena merasa cinta yang selama ini aku dapatkan akan terbagi? Entahlah aku tak dapat mengingatnya.

Adikku, Nurlaila, surat ini khusus aku tuliskan untukmu. Jika kamu tanya mengapa, jawabnya karena mungkin kamu yang sekarang sudah lebih paham ketimbang kedua adikku yang lainnya. Sesederhana itu. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Day 6
Kepadamu surat ini kukirimkan,

“Abang, ini gue D, temennya R yang dari Plbg, gue udah di jalan”

“Oke sip”

Singkat, padat dan jelas isi pesan yang abang balas sebagai awal percakapan pertama kita kala itu. Ingatkah? Hmm abang mungkin lupa karena pasti banyak di antara kenalan abang melakukan hal yang sama. Tapi pasti abang ingat pada seorang gadis yang merengek minta makan karena kelaparan akibat menempuh perjalanan seharian; Palembang-Kalianda sesaat setelah ia sampai?

Hai, abang dalam keadaan baik saja bukan? Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan dan segudang jadwal perjalanan, abang harus tetap menjaga kondisi kesehatan. Abang mungkin tidak akan pernah membaca surat ini, jika abang kebetulan tidak sengaja menemukannya, abang tidak perlu banyak bertanya, cukup ketahui bahwa aku bahagia tiap mengingat pertemuan pertama kita dan kisah manis di dalamnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Instagram: @desimegaw

Labels

#30HariMenulisSuratCinta SajakSajakPatah CampusLife Story Of My Life Artikel Catatan Perjalanan CeritaPendek Blog Competition Tentang Rindu

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  December (1)
      • First Birthday Trip Ever
  • ►  2017 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (6)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (10)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
  • ►  2012 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)

Follow me on:

  • Soundcloud
  • Twitter
  • Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates