Hey Des!!

Powered by Blogger.
Aku benci..

Perasaan itu hingga kini masih tersisa.
Ingatan akan kita berhasil mendobrak ruang kenangan tak seberapa.
Nyaris tak berjeda diri ini disambangi rindu kepadanya.
Ah, andai dulu rasa itu tak pernah ada.
Nampaknya takkan ada jarak sejauh bintang di antara kita.
Degup jantung saat pertama mungkin sudah terlupa.
Indahnya waktu bersama juga lenyap tergerus arus masa.
Tersisa hanya benci dan air dari kelopak mata.
Olehmu aku merasa kembali diwarnakan hidupnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Hatinya pilu, tak dapat dibuka apalagi sekedar untuk mendamaikan rindu. Mata lusuh itu mencoba menahan air yang kapan saja bisa datang membanjiri pipi layaknya sebuah bah. Kenangan akan sebuah kebersamaan sulit atau mungkin enggan untuk ia dibuang, bahkan disaat peluk tak lagi bisa menenangkan ingatan yang liar menjalari pikiran. Lututnya bersimpuh sedang jemari di tangannya coba menggapai tangan seseorang yang biasa menguatkan.

Cangkir tempat dulu ia menumpahkan semua kasih dan sayangnya kini kosong. Ampas bekas kopi yang pernah ia buat pun tak pernah lagi menghitami dasar gelas. Baginya, tak ada lagi pembahasan menarik perihal kopi dan antek-anteknya. Hitam terlalu hitam untuk dijadikan putih bahkan untuk sebuah abu-abu. Ketika ampas tak lagi berbekas, mungkin sudah waktunya untuk segera berkemas.

Seingatnya, ia sudah mampu menatap balik mata yang tak pernah lepas memandangnya bahkan ketika mulut sibuk mengunyah bakwan jagung yang dibawa. Penjahat waktu, mungkin adalah yang paling tepat bagi ia yang merengek saat menawar pertambahan waktu untuk bisa bersama. Tentu saja ia selalu berhasil menahan beberapa menit singkatnya hanya untuk sekedar duduk, bersandar dan berbicara perihal apa saja sambil menatap orang bermain bola di lapangan ujung sana.


Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
pict via twitter
Gak, gue gak lagi jatuh cinta sekarang ini, gue juga gak bakal ngebahas soal bahagianya orang yang lagi jatuh cinta dengan aksara yang kadang gue sendiri gak ngerti apa maknanya. Ini soal mereka yang gak bisa memiliki saat mulai jatuh dan coba mencintai seseorang.
Here we go!

Well, jatuh cinta itu gampang, sama orang yang tepat di waktu yang tepat itu yang susah. Right? 

Sekalinya ada yang sayang tapi kitanya gak nyaman, gilliran kitanya suka-nyaman-bahkan udah sama-sama sayang eh ternyata udah punya pacar, atau yang lebih pait lagi udah klop banget-sayang juga-pacaran udah bertaun-taun, tapi kaga dapet restu. Duh, pait pait pait pait.
Orang gak pernah tau sama siapa ia akan menjatuhkan hati, mereka (yang jatuh cinta) juga gak bisa nahan perasaan sayang yang muncul seiring dengan kenyamanan yang ada, gue percaya beberapa di antara prosesnya emang bahagia, tapi sialnya yang banyak terjadi adalah ketika kita mulai jatuh cinta tapi sama orang yang gak bisa kita milikin.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Lantunan doa dan ayat mengiringi surat ini kepadamu, semoga bisa sampai tentu saja harapku.

Teruntuk sahabat, kakak, teman, partner terbaik yang pernah saya punya.
Seseorang yang kini jauh di atas sana,
Alm. Dedek Mareta Setyabudi

Hai, sudah baca tulisan yang ku buat untukmu ini? Bagaimana? Apa yang harus diperbaiki dari tulisanku itu? Itu bukan sebuah berita seperti tulisanku yang biasa kau baca, mungkin jika kau telah membacanya akan ada lebih banyak yang harus ku perbaiki.

Well, beberapa hari yang lalu tepat 40 hari sepeninggal kau pergi meninggalkan kami semua. Hari ini (11/3) tepat hari jadimu yang ke 21. Selamat ulang tahun, Dek. -Ah, maaf, jika aku kurang sopan. Aku tidak bermaksud tidak menghargaimu dengan masih memanggilmu seperti itu.
Kau merayakannya disana bukan? dengan penuh kebahagiaan dan tentu tidak dengan sakit yang kau rasakan ketika masih disini. Yaa, aku paham betul jika itu adalah yang terbaik yang Allah beri.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Bulan yang katanya penuh cinta sudah lewat hampir seminggu. Ibadah menulis surat selama tiga puluh hari pun sudah usai, meskipun ia tak dapat menyelesaikan akhirnya dengan baik. Jika kau mengharapkan adanya cerita indah ataupun rangkaian kata-kata puitis layaknya sebuah novel cinta pada tulisan ini, ku sarankan untuk segera menutupnya. Ia bukanlah seorang Dewi Lestari dengan semua novel hebatnya, pun bukan Chairil Anwar dengan semua puisi cintanya. Hanya seorang mahasiswa biasa yang sedang berusaha memperbaiki hidupnya.

Ini adalah lembar ke-delapan puluh empat di catatan ke 20 tahun yang sedang dijalaninya. Aku menemukan ia yang masih terduduk di bawah lampu jalan yang kian buram ditelan pekatnya malam. Wajahnya menampakkan sebuah rasa yang tak ingin melepas dan berpisah dengan kesunyian malam. Malam yang enggan ia ganti dengan kacaunya hari. Ia berada pada hari dimana ia tak ingin bertemu pagi, esok, lusa, esok lusa dan esoknya lagi. Tak apa pikirnya jika kiranya semesta kali ini ikut  mengamini.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Instagram: @desimegaw

Labels

#30HariMenulisSuratCinta SajakSajakPatah CampusLife Story Of My Life Artikel Catatan Perjalanan CeritaPendek Blog Competition Tentang Rindu

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  December (1)
      • First Birthday Trip Ever
  • ►  2017 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (6)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (10)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
  • ►  2012 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)

Follow me on:

  • Soundcloud
  • Twitter
  • Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates