Hey Des!!

Powered by Blogger.
Day 4 
Kita hanyalah sekumpulan anak rumahan yang mulai mencoba mengasingkan diri dari nyamannya ketiak ayah bunda. Aku yakin, kita dipertemukan bukan sekedar berdasar sebuah kebetulan. Ada sesuatu yang ingin semesta ciptakan, mungkin akan menjadi sebuah pelajaran atau hanya berakhir sebagai kenangan.

Kita, 41 remaja beranjak dewasa yang memiliki isi kepala berbeda. Tak apa, selama tujuan kita masih sama -berjuang memasang senyum bahagia di wajah orang tua.

Kawan, hampir empat tahun sudah kita bersama; berbagi tawa dan duka yang nantinya akan menjadi sebuah cerita. Kita pernah duduk dalam satu ruang yang sama, berdiskusi dan membicarakan banyak hal, meski tak jarang kehangatan yang kita ciptakan berujung pada ego yang tak ingin dikalahkan. 
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Day 2
Yang saya hormati mba-mba analis laboratorium

Saya mulai mengenal mba-mba sekalian di semester ke-dua saya menjadi mahasiswa di jurusan yang sedang saya tekuni. Hubungan kita tidak selalu berjalan baik, kadang saya merasa jengkel atas sikap dan prilaku mba-mba sekalian yang jutek dan menyebalkan. Mba pasti pernah berbelanja di sebuah toko bukan? Bagaimana apabila si pemilik toko memasang muka jutek dan bersikap tidak ramah saat melayani mba yang ingin berbelanja? Bukankah tidak nyaman diperlakukan demikian?

Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Kuliah Kerja Nyata, atau biasa disingkat KKN merupakan 4 satuan kredit yang wajib dijalani oleh mahasiswa tingkat tiga yang tengah menyelesaikan studi di jurusan Teknologi Pertanian Universitas Sriwijaya. KKN Tematik adalah tipe yang dipilih oleh jurusan gue ini di setiap tahunnya dan biasanya dilakukan di liburan akhir semester genap. Gitu.

Setelah ribut sana sini akhirnya dapet juga kepastian perihal lokasi dan kelompok KKN. Ada 4 wilayah yang diperkirakan bakal jadi lokasi KKN tahun ini, di antara ke-4 nya ada 1 tempat yang paling jauh dan paling di-ogah-in sama anak-anak yang lain, yaitu Cengal. Feeling gue udah ga enak sih dari awal dikasih tau di mana-mana aja tempatnya. Eh kan, bener aja, "....Desi, anu, anu, anu, dll.... di Cengal" ujar salah seorang teman  menyampaikan. Gue cuma bisa ketawa pasrah saat itu denger komentar anak-anak se-gazebo. Sejujurnya gue gak masalah mau ditempatkan di lokasi yang mana, karena jauh deket sama aja buat gue, kalaupun gue dapet lokasi yang deket toh gue juga baliknya ke kosan. Masalah yang gue pikirin cuma satu, siapa aja kelompok gue? Well, ini penting, karena gue bakal ngabisin lebih dari satu bulan sama mereka.

Berbicara soal kelompok, ada 26 orang termasuk gue di dalamnya yang terpilih untuk menjalani KKN di Kecamatan Cengal. 26 orang ini akan dibagi menjadi tiga kelompok untuk masing-masing ditempatkan di tiga desa berbeda yaitu desa Sungai Lumpur, Sungai Jeruju dan Sungai Pasir. Beberapa hari setelahnya barulah akhirnya dikabarkan kalo gue dapet lokasi di desa Sungai Lumpur bareng sama 7 orang lainnya. "Semoga bisa diajak kerja sama", doa gue dalem hati pas dikasih tau siapa-siapa aja yang sekelompok. Persiapan buat KKN ini gak terlalu ribet, paling packing yang gue malesin di setiap mau pergi.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Lantunan doa dan ayat mengiringi surat ini kepadamu, semoga bisa sampai tentu saja harapku.

Teruntuk sahabat, kakak, teman, partner terbaik yang pernah saya punya.
Seseorang yang kini jauh di atas sana,
Alm. Dedek Mareta Setyabudi

Hai, sudah baca tulisan yang ku buat untukmu ini? Bagaimana? Apa yang harus diperbaiki dari tulisanku itu? Itu bukan sebuah berita seperti tulisanku yang biasa kau baca, mungkin jika kau telah membacanya akan ada lebih banyak yang harus ku perbaiki.

Well, beberapa hari yang lalu tepat 40 hari sepeninggal kau pergi meninggalkan kami semua. Hari ini (11/3) tepat hari jadimu yang ke 21. Selamat ulang tahun, Dek. -Ah, maaf, jika aku kurang sopan. Aku tidak bermaksud tidak menghargaimu dengan masih memanggilmu seperti itu.
Kau merayakannya disana bukan? dengan penuh kebahagiaan dan tentu tidak dengan sakit yang kau rasakan ketika masih disini. Yaa, aku paham betul jika itu adalah yang terbaik yang Allah beri.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Palembang, 28 Januari 2014

Belum sudah kering rasanya mata ini dari sisa tangis yang keluar pada malam beberapa jam sebelum hari ini. Handphone berbunyi tanda sebuah pesan masuk. Tak pernah terpikir ternyata itu sebuah berita duka. Suara getir seorang perempuan diujung sana menjawab panggilan dariku dan rasa tidak percaya ini. Air mata tak tertahan dan kembali membasahi malam yang belum pantas disebut pagi itu.

Tak butuh waktu lama untuk berpikir. Aku memutuskan untuk pergi ke rumah duka dan meninggalkan kuliah pada hari ini. Perjalanan lebih dari 32km aku lewati bersama beberapa keluarga GS yang terlihat tidak seperti hari biasanya.dan lebih menampilkan wajah duka.
Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
"Jadi kapan mau baliknya?"

"Gatau.."

"Jangan gatau-gatau, biar bisa dicariin tiket dari sekarang"

"....."

Begitulah pertanyaan yang terus dilontarkan Papa ke saya beberapa hari sebelum akhirnya saya memutuskan kapan balik lagi ke tanah rantau di pulau seberang sana, ya, bumi Sriwijaya. Ke-tidak relaan muncul ketika ada satu hal yang memaksakan saya untuk sesegera bertolak pergi meninggalkan rumah. Liburan yang belum genap satu bulan saya habiskan di rumah terpaksa saya tanggalkan demi kecintaan dan tanggung jawab yang saya rasakan disana.

Konspirasi semesta yang sepertinya juga enggan saya tinggal pergi. Bus yang dijadwalkan berangkat pukul 3 sore telat datang dikarenakan akses jalan Jakarta yang digenangi air sehingga terjadi macet di sebagian besar jalanan Ibukota dan membuat saya harus menunggu selama lebih dari 2 jam. Kesal memulai perjalanan pulang pada hari itu.
Perjalanan yang sudah tidak menyenangkan dari awal semakin tidak menyenangkan untuk saya. Kondisi badan yang memang kurang sehat ditambah jalanan yang rusak berat sukses mengacak kepala dan isi perut saya. Perut yang pada dasarnya memang tidak saya isi makanan semakin menambah mual di sepanjang perjalanan. Tercatat sebanyak tiga kali saya berhasil mengeluarkan air dalam perut tanpa adanya secuil pun makanan. Hal ini menjadi rekor tesendiri bagi saya yang dalam beberapa tahun terakhir biasa melakukan perjalanan bolak-balik Jakarta-Palembang. Bukan suatu hal yang perlu dibanggakan memang.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Older Posts

Instagram: @desimegaw

Labels

#30HariMenulisSuratCinta SajakSajakPatah CampusLife Story Of My Life Artikel Catatan Perjalanan CeritaPendek Blog Competition Tentang Rindu

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  December (1)
      • First Birthday Trip Ever
  • ►  2017 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (6)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (10)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
  • ►  2012 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)

Follow me on:

  • Soundcloud
  • Twitter
  • Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates