Hey Des!!

Powered by Blogger.
Kanvasku kini telah bergambar. Seseorang datang membawa potongan langit dan senja mengburkan hitam di atasnya. Ia begitu tekun melukis semesta di riuhnya kepala ini meskipun aku masih saja berlari. Ya, terus berlari hingga pada akhirnya aku tak ingin berhenti mengitari setiap sudut di dirinya.

Langkahku kini tidak lagi cemas sendirian. Seseorang telah mengiringi dan memberi lengan tempat menyandarkan lelah juga sepi. Jalan menuju puncak masih panjang dan terbentang begitu terjal di luar sana. Saling mengulurkan tangan dan menopang kala pincang, aku harap kita bisa terus saling menguatkan. Menelusuri belantara dan tersesat di dalamnya aku akan  tetap merasa aman bila itu bersamanya.

Mungkin memang jemari ini tidak bisa teru-menerus kau genggam untuk sekarang. Kadang rindu juga akan terasa begitu menyiksa ketika raga berjauhan. Namun percayalah, dekapmu tetap melekat meski jarak kita seringkali tidak dekat. 

Adalah
kamu, sempurna di ketidaksempurnaanku,
kamu ganjil yang menggenapkanku,
kamu pengisi di setiap celah kekosonganku,
kamu bintang di malam dan terik di siangku,
dan karena kamu kini adalah semestaku

Indralaya, Agustus 2015
Share
Tweet
Pin
Share
1 komentar
Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau. Sambung menyambung menjadi satu itulah Indonesia. Teeeet! Dari Sabang sampai Merauke. Yak! satujuta rupiaaaah. Oke. Maap.
Tahukah anda bahwa lagu nasional tersebut dibuat berdasarkan kisah nyata? Yaaaa, walaupun udah pada tau, gapapa deh ya kalo gue lanjutin. Indonesia adalah negara kepulauan yang tersusun dari puluhan ribu pulau yang detailnya bisa lo cari sendiri di google. Sabang dan Merauke itu dianggap bisa mewakili secara keseluruhan karena masing-masing berada di ujung barat dan timur Indonesia. Kalau mau yang lebih lengkap, dari barat samapi tirmur dan selatan sampai utara, mungkin bisa dengerin jingle mie Indonesia itu. Dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai pulau Rote. Indonesia tanah airku. Indomie selerakuuuuuuu~

Sebagai bangsa yang memiliki banyak pulau, tentu Indonesia juga terdiri dari berbagai suku yang setiap sukunya memilki bahasa daerahnya masing-masing. Itulah mengapa diciptakan bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan. Terus kenapa gue bahas itu? Gapapa sih biar keliatan keren aja di alenia pembuka.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Sudah seminggu sejak terakhir kita bertemu
berbincang, pada satu pertemuan yang sudah pernah ada kita sebelumnya
akui saja, kamu sadar pada setiap tatap yang bertautan ketika kita saling mencari di kerumunan
pada setiap kesengajaan duduk berdampingan di banyak orang yang bisa saja bersebelahan

Kemudian aku berkaca pada kita di setahun belakang
terlalu naif bagiku untuk mendeskripsikan tentang sebuah perasaan
Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk mengatur jarak, sedang aku sibuk mengacak dekat

Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk mengacuhkan tatap, sedang aku sibuk menepikan rekat
kita sibuk membunuh ingatan, sehingga kita tidak sibuk saling merindukan

Barangkali saat itu kita terlalu sibuk
kamu sibuk bertualang di banyak perempuan, sedang aku sibuk berjalan mencari tenang
kita sibuk saling menghalau, sehingga kita mulai menghilang

Barangkali saat ini kita terlalu sibuk
sibuk yang mungkin sengaja kita buat-buat
kamu sibuk dengan ketidaktahuanmu, sedang aku sibuk berdoa dalam diamku

Kepada kamu yang barangkali sedang sibuk menganalisa 'kamu' di setiap baris tulisanku
Share
Tweet
Pin
Share
2 komentar
Delapan belas tahun yang lalu aku adalah seorang tunggal, seorang putri satu-satunya sebelum akhirnya kamu dilahirkan. Jujur saja, aku lupa bagaimana rasanya. Mungkin ketika itu aku senang karena mendapat seorang teman atau aku merasa sedih karena merasa cinta yang selama ini aku dapatkan akan terbagi? Entahlah aku tak dapat mengingatnya.

Adikku, Nurlaila, surat ini khusus aku tuliskan untukmu. Jika kamu tanya mengapa, jawabnya karena mungkin kamu yang sekarang sudah lebih paham ketimbang kedua adikku yang lainnya. Sesederhana itu. 

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Day 6
Kepadamu surat ini kukirimkan,

“Abang, ini gue D, temennya R yang dari Plbg, gue udah di jalan”

“Oke sip”

Singkat, padat dan jelas isi pesan yang abang balas sebagai awal percakapan pertama kita kala itu. Ingatkah? Hmm abang mungkin lupa karena pasti banyak di antara kenalan abang melakukan hal yang sama. Tapi pasti abang ingat pada seorang gadis yang merengek minta makan karena kelaparan akibat menempuh perjalanan seharian; Palembang-Kalianda sesaat setelah ia sampai?

Hai, abang dalam keadaan baik saja bukan? Meski disibukkan dengan berbagai kegiatan dan segudang jadwal perjalanan, abang harus tetap menjaga kondisi kesehatan. Abang mungkin tidak akan pernah membaca surat ini, jika abang kebetulan tidak sengaja menemukannya, abang tidak perlu banyak bertanya, cukup ketahui bahwa aku bahagia tiap mengingat pertemuan pertama kita dan kisah manis di dalamnya.

Share
Tweet
Pin
Share
No komentar
Newer Posts
Older Posts

Instagram: @desimegaw

Labels

#30HariMenulisSuratCinta SajakSajakPatah CampusLife Story Of My Life Artikel Catatan Perjalanan CeritaPendek Blog Competition Tentang Rindu

recent posts

Blog Archive

  • ▼  2018 (1)
    • ▼  December (1)
      • First Birthday Trip Ever
  • ►  2017 (2)
    • ►  December (1)
    • ►  March (1)
  • ►  2016 (4)
    • ►  February (2)
    • ►  January (2)
  • ►  2015 (12)
    • ►  December (1)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  February (6)
    • ►  January (3)
  • ►  2014 (27)
    • ►  December (3)
    • ►  November (1)
    • ►  October (1)
    • ►  September (2)
    • ►  August (1)
    • ►  July (1)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  March (2)
    • ►  February (10)
    • ►  January (3)
  • ►  2013 (19)
    • ►  December (1)
    • ►  November (1)
    • ►  July (2)
    • ►  June (1)
    • ►  May (4)
    • ►  April (1)
    • ►  March (4)
    • ►  February (5)
  • ►  2012 (24)
    • ►  December (2)
    • ►  November (4)
    • ►  October (3)
    • ►  September (1)
    • ►  August (4)
    • ►  June (1)
    • ►  May (2)
    • ►  April (4)
    • ►  March (1)
    • ►  February (2)

Follow me on:

  • Soundcloud
  • Twitter
  • Instagram

Created with by BeautyTemplates| Distributed By Gooyaabi Templates